Bangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara Gunakan Sistem Tahan Gempa dan Fasilitas Lengkap
Sejumlah pegawai Kementerian Pekerjaan Umum beraktivitas di dalam kawasan Sekolah Rakyat yang berdiri di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan. kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (14/5/2026). (FOTO: ANTARA/Sugiharto Purnama)

Bangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara Gunakan Sistem Tahan Gempa dan Fasilitas Lengkap

Belajar dari gempa 2018, proyek Sekolah Rakyat di Lombok Utara dibangun dengan sistem tahan gempa. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 dengan fasilitas lengkap.

TIMES Lombok,Kamis 14 Mei 2026, 21:24 WIB
790
A
Antara

Lombok UtaraFasilitas Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dirancang khusus menggunakan sistem bangunan tahan gempa. Kebijakan ini diambil mengingat wilayah tersebut memiliki riwayat sebagai pusat gempa tektonik besar pada tahun 2018 silam.

Penanggung Jawab Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Arahman, menjelaskan bahwa penguatan struktur bangunan bertujuan untuk meminimalkan risiko kerusakan fisik maupun jatuhnya korban jiwa jika sewaktu-waktu bencana serupa terulang.

"Kami pakai sistem tahan gempa..., secara perhitungan aman," ujar Arahman saat ditemui di Lombok Utara, Kamis (14/5/2026).

Arhaman menambahkan, aspek keamanan menjadi prioritas utama mengingat lokasi pembangunan hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Sekolah Rakyat ini berdiri di atas lahan seluas 6,7 hektare di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan. Dari total lahan tersebut, sebanyak 28 unit bangunan akan menempati area seluas 2,8 hektare.

Proyek strategis nasional ini dirancang untuk menampung 1.080 orang. Selain ruang kelas, tersedia pula fasilitas penunjang seperti asrama, lapangan basket, hingga lapangan mini soccer. Fasilitas ini disediakan agar siswa dapat mengenyam pendidikan formal sekaligus pembentukan karakter dan kemandirian.

"Pembangunan ini sebelum dilaksanakan memang sudah dihitung sama perencanaannya untuk tahan gempa," ucap Arahman menekankan komitmen mitigasi sejak fase desain.

Berdasarkan data historis, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,0 pada 2018 berpusat di wilayah utara Pulau Lombok, di mana Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah terdampak paling parah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan korban jiwa dan puluhan ribu rumah rusak akibat rangkaian gempa tersebut. Saat itu, banyak fasilitas publik dan sekolah hancur karena konstruksinya belum mengadopsi standar tahan gempa.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di 93 lokasi di Indonesia, termasuk di Lombok Utara. Target penyelesaian dipatok pada 20 Juni 2026 mendatang.

Per 14 Mei 2026, progres fisik pembangunan di Lombok Utara tercatat mencapai 21,71 persen dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 837 orang. Guna mengejar target tenggat waktu, pihak pengembang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penambahan personel hingga pemberlakuan sistem kerja lembur (shift siang dan malam). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Lombok, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.