Raden Nyakradi: 65 Persen Kondisi Jalan di Kecamatan Bayan Butuh Diperbaiki
Warga Bayan, Lombok Utara, keluhkan jalan dan jembatan rusak dalam reses Raden Nyakradi. Ia minta Pemda prioritaskan perbaikan infrastruktur yang dinilai 65 persen tak layak.
LOMBOK UTARA – Sejumlah titik infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih dikeluhkan hingga sekarang. Keluhan mereka kembali disuarakan pada kegiatan reses sidang pertama tahun anggaran 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD KLU Raden Nyakradi Dapil IV Kecamatan Bayan, Senin (9/2/2026).
"Kegiatan reses pertama saya hari ini turun ke titik-titik konstituen, dan aspirasi mereka mengeluhkan kondisi jalan yang rusak," ungkapnya kepada TIMES Indonesia.
Kegiatan reses Raden Nyakradi berlangsung di Dusun Lendang Jeliti, Desa Sukadana. Yang dihadiri 150 warga perwakilan dari unsur tetua adat, linmas desa, tokoh adat, pemuda, remaja, para kaum ibu-ibu.
"Kegiatan reses berlangsung sederhana di berugak tetua adat, saya langsung mendatangi masyarakat," terang Ketua DPRD II Golkar KLU ini.

Adapun usulan aspirasi yang warga suarakan diantaranya, perbaikan jembatan Lendang Jeliti penghubung tiga desa, yakni Desa Sukadana, Desa Batu Rakit, Desa Andalam jembatan tersebut sudah rusak tahun lalu.
Kemudian, usulan masyarakat juga penataan pemukiman penduduk perkampungan Dusun Lendang Jeliti. Dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pada sektor pertanian berupa bantuan bibit kelapa, sektor peternakan dalam bentuk bantuan ternak kambing.
Selanjutnya, ada beberapa titik kondisi jalan membutuhkan perhatian segera, yaitu Akar-akar menuju Pawang Timpas sepanjang empat kilometer, jembatan Lendang Jeliti, jembatan kebaloan sudah 10 tahun lebih rusak belum diperbaiki sampai sekarang, jalan semokan Baban Kuta- Poksirem, Jalan Baturakit - Pawang Tenun Desa Andalan Tenun sepanjang tiga kilometer.
Ruas jalan Desa Akar-akar mulai dari Pawang Timpas Timur, Temuan Sari tujuh kilometer, Batu Keruk- Lembah Pedek, Bayan - Nangka Rempek, Mandala, Loloan- Telaga Segoar empat kilometer, Tanak Petak - Anyar, Sambik Elen- Lenggorong, Teluk- Andalan.
"Ada banyak aspirasi diusulkan, paling diharapkan perbaikan jalan dan jembatan," jelas anggota dewan tiga periode ini.
Mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung, wilayah Bayan lebih membutuhkan perbaikan jalan aspal hotmix kabupaten dan jalan strategis desa, ketimbang lampu jalan.
"Percuma saja lampu jalan terang tapi jalan kabupaten rusak, bahkan aspal hilang tergerus, yang berubah jadi kali," tegas Ketua Fraksi Golkar.
Paling banyak persoalan infrastruktur jalan dan jembatan hampir 65 persen ruas kabupaten di wilayah Kecamatan Bayan belum layak.
"Warga membutuhkan 4 kilometer paling bisa di penuhi 600 - 800 meter pertahun oleh Pemda," ungkap anggota Banggar ini.

Bila cara kerjanya Pemda mustahil persoalan jalan bisa tuntaskan dalam waktu yang singkat, mungkin puluhan berperiode lagi.
"Makanya jangan heran ungkap warga bahwa dari segi kelayakan jalan masih bagus ketika masih gabung dengan Lombok Barat," kesalnya menirukan konstituennya.
Karena itulah, ia berharap supaya ruas jalan kabupaten dan jalan strategis desa di Kecamatan Bayan sangat perlu diprioritaskan.
"Atensi khusus untuk mendapatkan perhatian dikerjakan tuntas, tidak sepotong- sepotong, sekedar kelihatan ada seperti selama ini yang berjalan," imbuh anggota Komisi I ini.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


