Intens Komunikasi Pusat, Dikes KLU Pastikan RS Bayan Dapat Terealisasi
Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. H. Lalu Bahrudin. (Foto: Hery Mahardika/TIMES Indonesia)

Intens Komunikasi Pusat, Dikes KLU Pastikan RS Bayan Dapat Terealisasi

Pemkab Lombok Utara siapkan pembangunan RS Bayan senilai Rp120 miliar. Lahan 2,8 ha rampung, kini tunggu rekomendasi pusat. RS ini diharapkan tingkatkan akses layanan dan turunkan stunting.

TIMES Lombok,Rabu 6 Mei 2026, 09:54 WIB
639
H
Hery Mahardika

LOMBOK UTARAHarapan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk memiliki fasilitas kesehatan yang representatif segera terwujud. 

Pemerintah daerah KLU memastikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Bayan akan segera terealisasi dengan total estimasi anggaran mencapai Rp 120 miliar.

Hingga saat ini, progres pembangunan rumah sakit baru tersebut telah menunjukkan hasil positif. 

"Pemerintah daerah telah merampungkan pembebasan lahan seluas 2,8 hektar, termasuk untuk akses jalan menuju lokasi rumah sakit," ungkap Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Lalu Bahrudin kepada TIMES Indonesia, Rabu (6/4/2026).

Pihak pemda saat ini tengah melakukan langkah proaktif dengan melakukan advokasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan rekomendasi pembangunan fisik.

article
Desain pembangunan RS Bayan yang sudah rampung, tinggal realisasi pembangunan fisiknya. (Foto: Dikes KLU for TIMES Indonesia)

“Sekarang lagi proses advokasi ke Menteri Kesehatan untuk mengeluarkan rekomendasi pembangunan fisik rumah sakit baru. Kami targetkan rekomendasi keluar tahun ini, sehingga pembangunan fisik bisa segera terlaksana, baik melalui anggaran perubahan 2026 maupun anggaran murni 2027,” ungkapnya.

Skema pembangunan ini nantinya akan melibatkan kolaborasi lintas kementerian. Pembangunan fisik gedung senilai Rp 105 miliar diharapkan bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sementara sisa anggaran untuk alat kesehatan (alkes) akan didorong dari Kementerian Kesehatan.

Dari sisi pembangunan tentu tidak bisa tuntas sekaligus. Proses pembangunan akan terlaksana secara bertahap sesuai anggaran yang diberikan nantinya.

"Dengan anggaran yang besar, kita harapkan dari pemerintah pusat. Kita di daerah menyiapkan lahannya," jelasnya.

Dalam pembagian tugasnya, pemerintah daerah bertanggung jawab menyiapkan lokasi, perizinan, hingga Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Dari sisi ketenagakerjaan, kami sudah memiliki kesiapan yang matang," katanya.

Saat ini terdapat sekitar 150 tenaga kesehatan di setiap Puskesmas di Lombok Utara, angka yang sudah melebihi target kebutuhan minimal. Total ada 150 tenaga kesehatan, termasuk para dokternya yang siap didistribusikan. 

Meski demikian, perekrutan dokter spesialis dan penataan manajemen SDM tetap akan dilakukan secara bertahap untuk mengisi kebutuhan di RS Bayan nantinya.

article
Bupati KLU Najmul Akhyar memimpin memenuhi kelengkapan dokumen pembangunan RS Bayan. (Foto: Hery Mahardika/TIMES Indonesia)

Terkait peningkatan mutu pelayanan di RSUD Tanjung yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat, sembari menyiapkan RS Bayan, pemerintah daerah juga, kata Bahrudin, fokus membenahi pelayanan di RSUD Tanjung dan 8 unit Puskesmas yang ada. 

Yang menjadi catatan saat ini, management RSUD harus mampu meminimalisir keluhan masyarakat terkait lemahnya komunikasi antara petugas dan pasien.

“Intervensi mutu pelayanan terus dilakukan. Masalah yang sering diprotes adalah miskomunikasi. Manajemen harus mampu mengatasi kelemahan komunikasi ini. Dari sisi alkes dan SDM, kita sudah setara dengan tipe B, tinggal bagaimana menunjukkan pelayanan sesuai motto : Melayani Sepenuh Hati,” tegasnya.

Sembari memperbaiki pelayanan di RSUD Tanjung dan setiap Puskemas, pihak pemerintah optimis pembangunan RS Bayan akan berjalan lancar tanpa kendala berarti berkat komunikasi yang intens dengan pemerintah pusat. 

Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat mengurai beban pelayanan kesehatan yang selama ini terpusat di RSUD Tanjung. Pemerintah ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah timur. 

"Dan juga kehadiran RS di Bayan akan meningkatkan kesadaran masyarakat mengecek kesehatan. Karena selama ini resiko kematian ibu dan anak paling tinggi di wilayah Timur (Bayan), termasuk juga angka stuntingnya," tutupnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Hery Mahardika
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Lombok, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.