TIMES LOMBOK, JAKARTA – Dunia perfilman horor Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya karya terbaru bertajuk Pelet Biduan Jalang yang siap menghantui layar lebar.
Film yang diproduksi oleh Afici Entertainment ini membawa premis unik yang menggabungkan unsur klenik dengan kehidupan seorang biduan.
Di bawah arahan sutradara Bram Ferino, kisah ini menyoroti bagaimana suara merdu seorang penyanyi bisa berubah menjadi mantra pemikat jiwa yang mematikan.
Penggemar genre horor tentu sudah tidak sabar menantikan bagaimana elemen musik dangdut atau tradisional berpadu dengan suasana mencekam yang ditampilkan dalam poster resminya.
Melansir dari akun Instagram resmi @peletbiduanjalangfilm, karya ini dijadwalkan menyapa penonton di berbagai bioskop Indonesia pada tahun 2026.
Informasi tersebut memperlihatkan antusiasme besar dari para pecinta film nasional. Film ini juga bertabur bintang muda dan berbakat seperti Putri, Trisna Anggraini, Gelby Pratama Putra, Dian Fitra Sandi, Inung Hartati, hingga Ayesa.
Kabarnya, cerita ini menyuguhkan pengalaman audio visual yang berbeda dengan nuansa mistis yang sangat kental dan relevan dengan budaya lokal.
Antusiasme publik pun pecah di kolom komentar unggahan rumah produksi tersebut. Banyak warganet yang mengaku merinding melihat poster dan cuplikan singkat yang dibagikan.
Akun @dwibidari24 menuliskan Menyalaaaa dengan emoji api, sementara @gelbypmatthew_new mengungkapkan rasa takutnya dengan berkomentar Merindinggg.
Dukungan juga datang dari @sarinvt_ yang menyebut karya ini Keren, serta @dianfitrasandi yang mengajak penggemar lain dengan menuliskan See you on cinema guys.
Lebih lanjut bahkan ada penonton yang secara khusus menantikan performa salah satu aktor seperti @inka_sthifany_putri yang berkomentar gua mau liat gelby sih.
Kehadiran film ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan yang paling diperbincangkan tahun 2026 saat rilis nanti. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Sinopsis Film 'Pelet Biduan Jalang', Suguhkan Nuansa Mistis dan Khas Budaya Lokal
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |